Kamis, 03 Maret 2011

PREDIKSI PERUBAHAN YANG PALING SPEKTAKULER 5 TAHUN DARI SEKARANG

Perubahan merupakan salah satu tahap yang harus dilalui, karena "change is the only evidance of life" (perubahan adalah satu-satunya bukti kehidupan). Dan pada dasarnya perubahan itu bukan hanya menerapkan teknologi, metode, dan sistem-sistem baru, tetapi juga merubah cara berfikir dan berperilaku.

“Change is possible because ordinary people do extraordinary things.” - Barrack Obama

Kita harus berubah, karena terjadi perubahan terus-menerus baik dari lingkungan eksternal kita seperti tingkat persaingan antar Perguruan Tinggi, ekonomi, kekuatan global, demografi, sosial, teknologi, dan permintaan masyarakat terhadap lulusan kita. Maupun perubahan itu terjadi dari lingkungan internal seperti product life cycle dan ketersediaan sumber daya internal.

Ingin saya Perubahan yang paling spektakuler yang akan terjadi 5 tahun akan datang yaitu, Jakarta tidak macet lagi. ya, betapa BT-nya saya tiap hari harus bergumul dengan kemacetan kota jakarta. rasanya seperti tidak ingin keluar rumah saja. tapi apalah daya, kuliah tetaplah kuliah, dan tiap pagi saya harus berperang ditengah hiruk pikuk kendaraan yang saling dulumendahului satu sama lain.

memang betapa indahnya jika kita bayangkan bagaimana setiap harinya menikmati jalanan jakarta tanpa macet, aihhhh betapa indah dirasanyo. tapi itu mungkin ga? jawabannya adalah hal itu mungkin dapat terealisasi dan tak mungkin dapat terealisasi. semua itu tergantung dari kesadaran dan kerja sama kita semua dari berbagai pihak untuk menciptakan Jakarta yang bebaaas macet, beberapa faktor yang dapat mempercepat hal ini ialah adalah sistem transportasi masal yang terintegrasi sudah berjalan dengan baik, semoga saja

Perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun perubahan juga secara cepat mempengaruhi kehidupan kita yang normal tersebut. Dalam hal ini, adalah perlu bagi kita untuk mengantisipasi masalah yang dihadapi, memikirkan alternatif dan metode yang akan digunakan dalam pemecahan masalah, termasuk di dalamnya bagaimana mengehadapi resistensi akibat perubahan tersebut. Dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita, sebaiknya melihat kembali secara lebih dalam bagaimana suatu perubahan memberikan pengaruh terhadap organisasi juga termasuk perubahan-perubahan yang kita buat dan bagaimana kita mengakomodasi perubahan tersebut. Implementasi terhadap perubahan harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Selasa, 01 Maret 2011

INGIN SAYA, TI DITAHUN 2021 SEPERTI ?

PERKEMBANGAN TI telah mengarahkan dan membentuk gaya hidup kita.
Internet Banking, Mobile Banking, Mobile Phone dengan digital camera, video
player dan music player, IP Telephony, dan lain-lain adalah hasil perkembangan
tersebut.

Teknologi Informasi di tahun 2021? Belum kebayang nih… Tapi sebagai awal perenungan, ada baiknya kita menengok TI secara umum. Masa awal internet, tahun 1990-an, ditandai dengan lahirnya berbagai visi teknologi informasi masa depan yang pada umumnya digambarkan sebagai berikut:

“Komputer ada di mana-mana, semakin portable dan mobile. Di sisi lain, seluruh peralatan yang menunjang kehidupan manusia akan mengandung komputer yang embedded. Ketersediaan jaringan internet sangat tinggi karena itu akses terhadap informasi dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Internet akan mengandung informasi yang berlimpah. Manusia dapat bekerja, menikmati hiburan, bersosialisasi dan berkelana secara virtual ke seluruh dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduknya. Robot-robot cerdas akan melayani seluruh kebutuhan manusia. Manusia dapat melakukan berbagai hal dengan upaya fisik yang sangat minimum. Dua hal kunci adalah: cyberspace atau dunia virtual, anytime anywhere access dan minimalisasi aktifitas fisik.”

Apakah akan menjadi kenyataan? Benarkah manusia memerlukan semua hal tersebut?

Bukan tidak mungkin nanti robot akan memiliki perasaan seperti manusia melalui rekayasa DNA. Sebaliknya, sebagian perangkat tubuh manusia akan ditambah dengan peralatan robot. Misalnya, pada sebagian tangan atau kaki manusia nanti ada perangkat robotnya sehingga dapat memiliki tenaga ekstra untuk bekerja atau berkarya melebihi manusia yang hidup pada zaman sekarang.

Tidak hanya itu. Sangat boleh jadi nanti manusia bisa melihat kehidupan masyarakat di masa depan setelah ”dikirim” melalui perangkat yang disebut lorong waktu (time tunnel) sehingga bisa mengetahui atau bahkan bisa mencegah kemungkinan hal-hal yang bisa membinasakan kehidupan umat manusia di masa datang.

Jika kita membayangkan itu semua, sepintas mungkin seperti mimpi atau sama seperti kita menyaksikan film-film fiksi sains di layar kaca atau bioskop.

Namun, hal itu sangat mungkin terjadi melalui revolusi teknologi dan bioteknologi. Sebaliknya, jika kita melihat kondisi Indonesia sekarang, yang kita saksikan adalah arus deras masuknya barang-barang dan perangkat teknologi impor.

Sebagian dari kita merasa bingung dan terkaget-kaget pada perkembangan teknologi itu. Namun, sebagian lagi merasa tertantang oleh arus masuk teknologi modern dalam ranah kehidupan kita sehari-hari. Sebagai pengguna, adakalanya sebagian dari kita gagap dan bingung menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung cepat ini.

Contohnya, ketika sejumlah menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu dilengkapi dengan alat kerja canggih untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik melalui sebuah gadget, sebagian di antara mereka ada yang gagap teknologi atau gaptek.

Kalau di antara penentu kebijakan masih ada yang lack of technology (kurang paham teknologi), sangat bisa dimaklumi kalau masyarakat pada umumnya juga kesulitan untuk dapat menerima teknologi baru. Bagi sebagian orang, cara berkomunikasi seolah dianggap baru sempurna kalau dilakukan secara lisan dengan bertatap muka secara langsung.

Demikian pula dalam cara kita bekerja, adakalanya pergi ke kantor merupakan suatu keharusan. Padahal, di era serba cepat seperti sekarang, pekerjaan selayaknya berorientasi pada memaksimalkan output (hasil).

Untuk pekerjaan tertentu, tidak mutlak lagi harus dikerjakan di kantor, tetapi bisa juga dikerjakan di rumah. Oleh karena itu, akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah small office home office (SOHO).

Di era serba teknologi seperti sekarang, cara berkomunikasi dan melakukan transaksi bisnis yang efektif tidak selalu harus melalui cara bertatap muka meskipun hal itu bisa menimbulkan gugatan dari aspek budaya.

Seperti kita ketahui, pada tahun 1990-an, transaksi perbankan masih dilakukan secara konvensional, di mana nasabah yang hendak mentransfer uang masih harus mendatangi kantor bank dan bertemu langsung dengan customer service. Kalau banyak yang akan melakukan transaksi, para nasabah harus bersabar untuk antre. Kondisi ini tentu saja sangat menyita waktu dan sering menjengkelkan.

Namun, kini, transaksi perbankan sudah bisa dilakukan dalam waktu cepat melalui internet banking. Melalui sentuhan tangan di keyboard komputer yang terhubung ke jaringan internet atau melalui smartphone, sekarang nasabah sudah bisa melakukan transaksi perbankan dari mana dan kapan saja. Perkembangan teknologi informasi mampu mengatasi dimensi waktu, ruang, dan jarak.

Jaringan komunikasi yang berkembang demikian pesat telah banyak membantu umat manusia dan sejumlah perusahaan di jagat raya ini untuk saling berinteraksi dan melakukan transaksi bisnis satu sama lain.

Proses pengiriman berita dari atas pesawat kepresidenan yang sedang mengisi bahan bakar di Bandara Hongkong bisa dilakukan penulis dalam waktu relatif singkat melalui sebuah gadget, ketika mengikuti rombongan Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2001.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara pandang dan perilaku orang dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga bisa mengubah mekanisme kerja sebuah perusahaan. Adakalanya perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat bisa melampaui perkembangan perusahaan itu sendiri.

Oleh karena itu, perusahaan yang lambat dalam mengikut perkembangan teknologi bisa jadi akan tersisih dari dinamika masyarakat dan kemungkinan bisa kalah dalam persaingan usaha. Saat ini jaringan internet relatif sudah memasyarakat meskipun di Indonesia masih terbilang mahal untuk bisa memakai internet, bila dibandingkan dengan di negara maju.

Melejit bagaikan meteor

Sekarang perkembangan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi berlangsung demikian pesat. Melejit bagaikan meteor. Dengan demikian, kalau sebuah perusahaan tidak melek teknologi, mereka bisa sangat jauh ketinggalan. Pasalnya, life cycle suatu teknologi semakin singkat dan mudah menjadi kedaluwarsa.

Oleh karena itu, investasi di bidang teknologi informasi perlu mengutamakan dua hal penting. Pertama, dari aspek finansial harus memenuhi return on investment (ROI) yang cepat. Kedua, dari sisi teknis, investasi di bidang teknologi informasi antara lain perlu memerhatikan biaya pemeliharaan, keamanan, dan bersifat user friendly.

Jika misalnya sebuah perusahaan menggunakan pesawat telepon PABX atau memakai mesin lift yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya atau sulit suku cadangnya, dipastikan hal itu akan membebani keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi perlu terus diikuti agar sebuah perusahaan bisa melakukan investasi dengan cepat dan tepat agar tidak sia-sia.

Demikian pula, misalnya, jika perusahaan hendak memutuskan untuk membeli atau menyewa seperangkat server untuk mem-back up semua data perusahaan, selayaknya dipertimbangkan dengan tepat kebutuhan dan manfaatnya.

Investasi dalam bidang teknologi informasi hendaknya jangan dilihat pada nilai uang yang dikeluarkan pada saat ini, tetapi harus dilihat output dan manfaatnya dalam jangka panjang.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda soal penggunaan teknologi informasi, tergantung pada visi dan misi serta kultur dari perusahaan tersebut. Perusahaan keluarga yang konservatif biasanya daya adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi tidak fleksibel seperti perusahaan modern yang dikelola oleh para pekerja profesional.

Di negara-negara maju seperti Jepang, proses produksi dari perusahaan-perusahaan manufaktur sudah memakai tenaga robot karena tenaga manusia sudah sangat mahal di Negeri Sakura itu. Sebaliknya, di negara berkembang seperti Indonesia, pemakaian robot dapat mengancam keberlangsungan tenaga manusia.

Mungkinkah pemakaian robot dapat dilakukan pada saat jumlah penduduk Indonesia berkurang? Lalu, bagaimana pula jumlah penduduk Indonesia bisa berkurang, sementara angka pertambahan penduduk sekarang rata-rata 1,6 persen per tahun?

Mereka-reka pertanyaan tersebut bisa saja dilakukan. Karena itu, jawabannya bisa berbunyi, Indonesia bisa saja nanti menggunakan tenaga robot karena kalau kondisinya terus seperti sekarang, jumlah penduduk bisa berkurang secara alamiah karena sebagian meninggal dunia akibat kelaparan dan bencana alam yang disebabkan oleh faktor manusia Indonesia sendiri.

Jawaban lain, bangsa Indonesia yang semula sebagai negara kepulauan yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak bisa jadi akan menyusut karena masing-masing provinsi menuntut untuk menjadi negara sendiri agar bisa mengelola daerahnya secara lebih otonom dan bisa maju lebih cepat.

Jawaban di atas memang agak pesimistis dan seolah-oleh membenarkan kekhawatiran dari sebagian kalangan selama ini bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia akan sulit dipertahankan, sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia juga terancam perpecahan karena tidak adanya figur pemimpin yang kuat dan bisa dijadikan panutan masyarakat.

Tentunya, kita sangat tidak berharap hal itu terjadi. Kita menginginkan generasi yang akan hidup di tahun 2021 bisa tetap tinggal di negara Indonesia yang memiliki jumlah pulau sebanyak 17.000 dan 400 bahasa dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Semoga.

Sabtu, 26 Februari 2011

Invertarisasi IT dimata macam-macam orang

Pada teorinya Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel)

SEJARAH TI

Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

TI DIMATA MACAM-MACAM ORANG

Definisi Teknologi Informasi pada anak kecil, orangtua, pekerja dikota dan di desa, maupun pekerja TI itu sendiri pasti akan berbeda-beda.

Pada anak kecil yang baru dikenalkan internet misalnya, mungkin akan mendefinisikan TI sebatas internet dalam hal ini yaitu jejaring sosial Facebook, yang dapat digunakan untuk meng-update status, meng-upload foto, mencari teman, bahkan mungkin untuk mencari pacar.

Orang dewasa atau orang tua yang tidak memahami betul tentang teknologi informasi akan berpendapat bahwa TI itu mencakup semua yang berhubungan dengan komputer. Pada kenyataannya sebagai pengalaman saya, jika ada orang yang bertanya "kuliah jurusan apa?" dan saya menjawab "TI" maka orang tersebut akan berkomentar "ohhhh pasti pintar komputer ya"

Pada pekerja baik pekerja yang berdomisili di kota atau di desa akan memiliki pendapat tentang Ti yang berbeda. mungkin menurut mereka TI merupakan sebuah teknologi dimana kita dapat menyampaikan dan menerima berita atau informasi yang kita butuhkan.

media TI dapat berupa : HP agar orang tua slalu dapat bekomunikasi dengan anaknya yang sedang kuliah di kota berbeda dari orangtuanya.
TV yang menayangkan berbagai macam berita baik dari luar negeri maupun dari seluruh kota di Indonesia, memungkinkan setiap orang mendapatkan berita, baik berita tentang politik, olahraga, sampai berita artis.
Internet yang bermanfaat baik untuk media ilmu pengetahuan, atau digunakan sebagai media jejaring sosial, meng-update berita, melihat peta sampai melihat keindahan tempat yang belum pernah dikunjungi sekalipun. dll

Sabtu, 31 Juli 2010

JIKA SAYA DIBERI TANGGUNG JAWAB OLEH PRESIDEN UNTUK MEMBENAHI SISTEM INFORMASI NASIONAL DENGAN ANGGARAN AWAL 1 TRILIUN

mana mungkin gw dikasih tugas begituan, oleh presiden pula, kenal aja kaga. Tapi kalo presiden emang butuh bantuan gw, gw bantu deh, mungkin agak perlu sedikit bantuan pihak tertentu kalo gw diberikan kepercayaan dari presiden langsung untuk membenahi Sistem Informasi Nasional, dan Negara menyediakan anggaran awal sebesar 1 triliyun. Tapi, apa salahnya jika sekedar berangan karena mungkin memang adanya keharusan untuk segera membenahi Sistem Informasi Nasional yang ada di Negara kita ini.

Pada dasarnya, untuk membangun dan mengembangkan suatu hal di Indonesia atau dimanapun akan berawal dari sumber daya manusianya itu sendiri, apabila tidak ada pengetahuan yang cukup, respon apalagi support dari mereka maka, akan percuma. Mungkin bisa tidak akan menjadi percuma tetapi, itu berlaku hanya untuk segelintir komunitas saja tentunya. Maka dari itu, dalam menggalakan suatu hal harus secara menyeluruh dan berawal dari manusianya itu sendiri agar, hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat secara merata. Di bawah ini merupakan hal-hal ynag mungkin akan gw lakukan jika diberi kesempatan untuk membenahi Sisitem Informasi Nasional:

1. Membangun sarana pendidikan semacam pusat pembelajaran IT untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat luas mengenai hal-hal yang berkenaan tentang begitu banyaknya manfaat yang akan kita peroleh dari pengaplikasian teknologi informasi. Sehingga, masyarakat akan memahami dan menjadikan teknologi informasi menjadi salah satu bagian dari unsur kehidupan yang penting dalam segala kegiatan yang benar memerlukan hal tersebut.

2. Menyadarkan masyarakat luas tentang perlunya teknologi informasi untuk membantu meringankan segala kegiatan yang dilakukan dengan menggalakan pemakaian teknologi informasi secara meluas sekaligus, untuk mengejar ketertinggalan dengan Negara-Negara maju lainnya.

3. Mendirikan pusat teknologi informasi dengan setiap jaringannya di tiap daerah yang di dalamnya terdapat Lab komputer yang terkoneksi dengan Internet (atau semacam perpustakaan digital) sebagai pusat informasi dan pengetahuan bagi masyarakat luas dan dari segi sumber daya manusianya, masyarakat yang paham akan IT dapat dipekerjakan untuk mengelola hal tersebut pada setiap daerahnya masing-masing serta, berlomba-lomba mengembangkan kemampuan ITnya untuk terus berkarya dan menghasilkan hal-hal baru dengan begitu, secara tidak langsung memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat dan manfaat bagi semua.

kampanye kepedulian terhadap GO DATA

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data.

Go Data adalah gerakan kepedulian terhadap data, dimana gerakan ini guna menghimbau dan mengingatkan agar masyarakat selalu terjaga terhadap data-data mereka terutama data pribadi. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mulailah peduli terhadap data anda sampai nanti.

Apa yang anda dapat jika sebuah orang akan dapat melihat rahasia sebuah perusahaan. Kita harus selalu mengartikan bahwa seseorang dalam melakukan transaksinya harus didasarkan terhadap sebuah dasar hukum, contoh salah satunya adalah UU ITE. Jadi gerakan GO DATA, adalah sebuah gerakan dimana semuanya bebas tapi bersyarat dalam artian semua dapat kenyamanan dalam pengaksesannya.

Sistem Informasi Nasional (simnas)

Sistem Informasi Nasional merupakan Sistem informasi yg menunjang pengambilan keputusan berdasarkan tatanan kewenangan pada organisasi kenegaraan.


Konsep pengembangan (simnas) tidak saja menyangkut infrastruktur jaringan sebagai sarana komunikasi data dan aksesibilitas informasi tetapi juga menyangkut infostruktur (content) yang menyangkut struktur data dan proses bisnis sistem informasi sebagai landasan bagi aplikasi sistem informasi pemerintah. Permasalahan jaringan Infrastruktur yang dihadapi tidak semata-mata menyangkut masalah teknis fisik semata, tetapi juga mencakup masalah kepemimpinan, sumberdaya manusia, regulasi dan faktor-faktor prosedural seperti keamanan, kewenangan pengelolaan data (propietary) dan cetak biru arsitektur sistem yang belum dimiliki oleh setiap instansi maupun lembaga pemerintahan.

LANDASAN HUKUM SIMNAS

Agar dapat memiliki legitimasi sebagai landasan hukum, maka penyusunan konsep Pengembangan simnas harus berlandaskan hukum dan kebijakan, yang antara lain sebagai berikut:

1. Undang- undang dasar 1945

Amandemen ke dua UUD 1945 pada pasal 28 f yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

2. Garis-garis Besar Haluan Negara

Bab IV Arah Kebijakan huruf C Politik angka 4

3. UU No.22 Tahun 1999 ttg Pemerintahan Daerah, maka kewenangan penyampaian informasi yang berskala local merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten dan Kota serta wilayah Propinsi. Namun demikian, untuk informasi nasional (informasi kebijakan, informasi layanan dan informasi aturan serta berbagai isu utama) yang mempunyai implikasi terhadap pemeliharaan integritas bangsa, perlu disampaikan ke seluruh wilayah tanah air. Oleh karena itu dalam rangka untuk menjaga keutuhan dan integritas bangsa diperlukan ‚katalisasi’ melalui kebijakan komunikasi dan informasi secara nasional.

4. Instruksi Presiden RI No.6 Tahun 2001 tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia.

5. PP No.25 Tahun 2000 ttg Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Otonomi Daerah. Bab II. Pasal 2 ayat (4) Kewenangan Pemerintah yang berlaku di berbagai bidang selain kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (3) meliputi: n. penetapan kebijakan simnas.

6. Keppres No.101 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, susunan organisasi dan tata kerja Menteri Negara. Kewenangan Kementerian Kominfo butir 4. Penetapan kebijakan simnas di bidangnya.

7. Keppres No.9 Tahun 2003 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia, dengan tugas antara lain:

· Memberikan arahan dan masukan dalam perumusan kebijaksanaan nasional di bidang telematika.

· Mendorong optimalisasi pengembangan sumber daya manusia, industri dan pendayagunaan telematika di Indonesia.

· Menumbuhkan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan serta mengaplikasikan teknologi telematika dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi.

· Meningkatkan koordinasi dengan seluruh instansi Pemerintah Pusat/Daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, lembaga profesional, serta masyarakat dalam pemanfaatan dan pengembangan telematika.

8. Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi nasional Pengembangan e-Government

9. Surat arahan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Nomor.1544/M.PPN/04/2002 tanggal 18 April 2002 perihal Koordinasi Rencana Pengembangan Teknologi Informasi Nasional. Hal utama yang patut mendapatkan perhatian adalah pentingnya koordinasi guna menjamin kesinambungan dan keterpaduan kebijakan, rencana dan program, memaksimumkan sumberdaya yang ada serta menghindari terjadinya duplikasi dan tumpang tindih.

KONSEPSI DASAR SIMNAS

Definisi SIMNAS adalah sebagai upaya “Pengelolaan system informasi di seluruh tingkat Pemerintahan dalam rangka penyelenggaraan Pelayanan yang efektif dan efisien kepada Masyarakat“ dimana pengelolaan dalam arti kata dimaksud memiliki batasan sebagai berikut:

· Batasan pengelolaan adalah menyangkut integrasi system informasi antar lembaga baik pusat maupun daerah;

· Pengelolaan menyangkut struktur data primer dan derivative yang menjadi data bersama yang dapat dimanfaatkan oleh setiap instansi baik bersifat unilateral maupun multilateral;

· Pengelolaan sistem tidak akan menyentuh sistem didalam intra lembaga suatu instansi;

· Pengelolaan sistem berarti memberikan dukungan teknis kepada setiap instansi melalui lembaga internal instansi yang ditunjuk oleh setiap lembaga untuk bertindak sebagai Chief Information Officer;

· Dukungan teknis dimaksud berupa:

a. Paduan dan arahan

b. Dukungan teknis secara langsung

· Dukungan teknis dimaksud akan meliputi:

  1. Pengamanan system
  2. Kendali Jaringan
  3. Penanggulangan Masalah
  4. Pemulihan sistem
  5. Kendali dan audit sistem informasi

Kondisi yang diharapkan dapat dicapai dalam pengembangan simnas akan terbagi kedalam beberapa poin yang akan berperan sebagai kata kunci (keyword) dalam penyusunan konsepsi pengembangan simnas. Poin-poin yang dijadikan sebagai kata kunci diantaranya adalah:

1. Integrasi Sistem

Integrasi sistem dalam pemahaman ini mencakup seluruh infrastruktur sistem informasi baik jaringan, infostruktur (content) maupun aplikasi. Arti kata integrasi bukan berarti bahwa seluruh sistem menggunakan platform yang sama, melainkan bekerja sama secara simultan dan terintegrasi secara proses bisnis walaupun dengan latar belakang platform yang berbeda.

2. Restrukturisasi Data Nasional

Restrukturisasi Data Nasional akan mencakup integrasi struktur data yang selama ini menjadi hak milik (propietary) dari masing-masing lembaga agar dapat dipergunakan secara bersama-sama dalam batas kewenangan tertentu dan sekaligus menetapkan data-data primer yang bersifat Nasional dan akan menjadi data kunci bagi instansi lain yang membutuhkan data serupa.

3. Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi

Perkembangan serta perubahan teknologi komunikasi dan informasi yang sedemikian cepat harus dapat selalu diantisipasi oleh simnas. Seiring dengan hal itu sistem yang dibangun harus selalu mampu beradaptasi atau minimal berintegrasi dengan teknologi terbaru yang lahir hampir setiap hari.

4. Aksesibilitas yang Tinggi

Secanggih apapun teknologi yang diterapkan, tidak akan berarti apa-apa bilamana hanya dapat diakses oleh sebagian kecil masyarakat. Untuk itu peranan badan usaha pemerintah dan swasta untuk menyebarluaskan akses informasi guna membuka akses yang selebar-lebarnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi dan dapat saling berkomunikasi, ini sangat diperlukan!. Aksesibilitas yang tinggi tidak hanya menyangkut teknologi dan lebar pita saluran (Bandwith), tetapi juga harus meliputi biaya yang terjangkau oleh setiap komunitas agar terjadi pemerataan akses hampir diseluruh wilayah Indonesia.

5. Infrastruktur Informasi dan Komunikasi yang lebih baik (Digital Divide)

Dalam konteks suatu simnas, perlu didukung oleh ketersediaan perangkat sistem yang memadai dan mencakup wilayah yang luas. Ini menjadi suatu permasalahan yang harus dipecahkan bersama mengingat bahwa Indonesia dengan kesenjangan digital (digital divide) yang besar, membutuhkan upaya yang tidak sedikit guna mengurangi digital divide yang ada. Diharapkan di masa mendatang populasi perangkat komputer sebagai sarana akses informasi akan meningkat secara tajam disamping teledensitas yang terus ditingkatkan untuk menjangkau hingga pedesaan-pedesaan.

6. Legitimasi dan Dukungan Politik

Keberhasilan penerapan simnas akan sangat bergantung kepada dukungan yang kuat baik dari sisi hukum maupun politik. Dukungan tersebut akan menjadi landasan kerja yang vital sebagai dasar untuk menggerakkan seluruh komponen yang terkait dan sekaligus mencegah adanya benturan kepentingan yang seringkali mengakibatkan kegagalan dalam pengembangan sistem.

Kondisi-kondisi ideal sebagaimana di jelaskan dalam poin-poin diatas akan meningkatkan moralitas dan motivasi seluruh pihak yang terkait dengan pengembangan komunikasi dan informasi di Indonesia. Kata-kata kunci diatas juga akan menjadi utopia yang ingin dicapai dalam rangka pengembangan simnas.

Kerangka konsep simnas akan digambarkan dalam bentuk suatu gambaran rancang bangun (Building Block) guna memvisualisasikan konsep pemikiran yang terkandung dalam simnas agar mudah untuk dimengerti dan digambarkan. Pengambaran secara visual juga akan sangat membantu dalam menyusun cetak biru dan solusi pentahapan yang sesuai sebagaimana diharapkan dalam kerangka konseptual simnas.

software freeware

Software terbagi ke dalam beberapa golongan jenis. Ada 3 jenis software, yaitu Proprietary Software, Open Soure Software, dan Freeware Software.

Proprietary Software

adalah Software (Perangkat Lunak) yang bersifat tidak bebas dan tidak terbuka. Pengguna software ini juga dilarang untuk menyebarluaskan dan memodifikasi software ini. Biasanya software ini bisa didapatkan dengan membayar sejumlah uang. Maka dari itu, jenis software seperti ini lah yang paling rawan untuk dibajak. Contoh dari software ini adalah Operatian System (OS Windows).

Open Source Software

adalah Software (Perangkat Lunak) yang bersifat bebas dan terbuka. Source Code software tsb terseda. User diberi kebebasan penuh jika ingin memodifikasi, menambahkan fiture, atau mungkin ingin memperbaiki software tersebut sehingga menjadi lebih baik dan dapat juga dijadikan sebagai turunan program lain.

Freeware Software

adalah Software (Perangkat Lunak) yang bisa didapatkan secara gratis dan cuma cuma. Salah satu kelemahan dari software semacam ini adalah software ini tidak terlalu superior dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Hal yang wajar, mengingat untuk mendapatkan software seperti ini kita tidak perlu mengoceh kantong dalam dalam, karena kita bisa mendapatkan nya secara cuma cuma hanya dengan mendownload nya.

Open source software seringkali rancu dengan free software, padahal ada sejumlah hal yang harus dipenuhi bila dianggap sebagai open source software, yaitu bebas didistribusikan tanpa adanya persyaratan royalty, program harus memiliki source code, lisensi harus bisa dimodifikasi dan diturunkan, integrity dari pembuat source code, lisensi tidak mendiskriminasi seseorang atau sekelompok orang, tidak ada diskriminasi melawan area pengembangan, hak cipta pada suatu program harus mampu diaplikasi dan didistribusi kembali oleh siapapun, lisensi tidak mengacu pada spesifikasi suatu produk, lisensi tidak membatasi tempat dimana software tersebut didistribusikan, dan lisensi harus berisi teknologi yang netral.

Uniknya, gabungan dari Free Software dan Open Source Software membentuk istilah yang lebih dikenal dengan Free Open Source Software. Inilah yang saat ini sedang digalakkan untuk menekan angka pembajakan di Indonesia, salah satunya adalah IGOS (Indonesia, Go Open Source). Jenis Software ini memiliki kelebihan dari Freeware dan Open Source Software, yaitu Software ini dilengkapi dengan source code dan dapat didapatkan secara gratis (mengingat tidak semua Open Source Software dapat didapatkan secara cuma cuma).

Lalu bagaimana keberadaan freeware di masyarakat? Meskipun gratiis,ternyata keberadaan freeware di masyarakat tidak semulus yang kita kira. Menurut masyarakat banyak Freeware Software yang kurang bisa diandelin. Entah itu fitur nya atau tampilan nya. Tapi tidak semua freeware seperti itu, ada beberapa contoh freeware yang biasa digunakan di masyarakat. Misalnya aja paint.net, open office, ama super 2008,dll. Tapi itu semua mempunyai timbal balik nya yang seusai. Contoh: Dengan membeli OS Windows anda bisa menemukan kepuasaan batin tersendiri walaupun harus mengeluarkan sejumlah uang, tapi itu seharga dengan kepuasan yang bisa didapatkan. Ketimbang dengan menggunakan OS Open Source Linux yang bisa didapatkan secara gratis, tapi akan kurang memuaskan karena feature yang ditawarkan terbatas.

Jadi entah itu Proprietary Software, Open Soure Software, maupun Freeware Software anda bisa memilih tergantung dengan kebutuhan dan kondisi keuangan anda. Jika anda mempunyai dana lebih ada baiknya untuk menggunakan Software asli. Jika anda memiliki dana yang terbatas anda bisa memilih menggunakan Open Source Software ataupun Freeware.

Satu hal yang harus diingat, jangan gunakan software bajakan!

Gunakanlah Open Source Software ataupun Freeware Software yang bisa didapatkan secara gratis daripada harus menggunakan software bajakan.